SAKSI UNGKAP PENGGUGAT SONYA PUNYA PERUSAHAAN ILLEGAL

Jakarta, Kompas Rakyat

Peluang harta gono gini dibagi dua semakin terbuka bagi Tergugat Vimal Kumar Indru Mukhi yang digugat mantan istrinya Sonya Shankardas Samtani di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, setelah persidangan perkara ini mendengar keterangan saksi Nuri yang diajukan Tergugat.

Saksi Nuri adalah mantan pegawai PT Sai Tech yang didirikan Penggugat Sonya Shankardas  Samtani (Direktur) dengan ibunya Ny Gul Shankardas (Komisaris) pada tahun 2005.

Menurut Nuri, dia sudah bekerja pada saat didirikan PT Sai Tech. Karena itu dia menyaksikan juga penandatanganan Akta perusahaan tersebut di kantor Notaris.

Saksi juga menjelaskan kepada majelis hakim yang diketuai Emmi Subagja bahwa dia mengenal dengan baik Penggugat Sonya dan Tergugat Vimal.

Sepengetahuan saksi sejak bekerja di PT Sai Tech yang mengurus seluruh bagian keuangan (finand) adalah Sonya. Sedang untuk urusan pajak perusahaan dan pajak pribadi Sonya adalah pegawai lain bernama Renny.

PT Sai Tech menurut saksi bergerak dalam perdagangan/distributor elektronik merk Politron, Sony, LG, Toshiba dan Samsung. Perusahaan ini jaya pada tahun 2009-2011.

Modal pendirian perusahaan ini menurut saksi dari Tergugat Vimal Kumar. Tapi karena atatusnya pada masa itu masih warga negara asing (India) maka pèusahaan tersebut dikelola istrinya Sonya Shankardas Samrani.

Saksi juga mengatakan mengetahui tentang kredit maupun tabungan Sonya dalam bentuk rupiah dan mata uang dolar di beberapa bank Indonesia dan di luar negeri. Seperti di Maybank (BII), BCA, Bank Ekonomi dan di bank lain.

Nuri juga tahu bahwa Sonya, Vimal dan Ny Gul Shankardas masing masing memiliki rekening pribadi di bank. Saksi mengetahui tentang rekening ini semua karena dia yang selalu mempersiapkan seluruh dokumen. Termasuk dokumen kredit PT Sai Tech di Maybank yang ditandatangani Sonya dan Ny Gul Shankardas.

Menjawab pertanyaan kuasa hukum Tergugat pengacara Hartono Tanuwidjaja, SH, MSi, MH, bagaimana posisi Vimal Kumar pada PT Sai Tech, apakah semata mata hanya sebagai suami Sonya Shankardas atau punya jabatan pada pwrusahaan tersebut. Menurut saksi, Sonya menghandel finand. Sedang Vimal hanya membantu perdagangan elektronik.

Satu masa tutur saksi beberapa masalah terjadi beruntun seperti theori domino menimpa perusahaan sehingga menyebabkan kerugian sekitar Rp 40 miliar lebih. Karenanya Sonya terpaksa mengajukan kredit ke Maybank.

Sonya Shankardas menurut saksi pernah bekerja rangkap di PT Rafi Film. Dia juga punya pweusahaan lain PT Mega Kreasi Film (PT MKF) dan PT Aptron Multi Media

“PT Aptron Multi Media itu bisnis illegal Sonya,” tandas saksi lanrang. Sebab menurut saksi, pesanan yang dilakukannya ke Aptron Singapura dengan memakai perusahaan lain.

Dan selama menjalankan PT Aptron Multi Medya tersebut seluruh transaksi dilakukan Sonya Shankardas sendiri dan berdasarkan dokumen PT Sai Tech transaksi itu mencapai Rp 55 miliar lebih tetapi tanpa bayar pajak.

Pada kasus ini,  pengiriman barang dari Singapura memang untuk/dialamatkan atas nama Vimal Kumar. Tetapi transaksi pembayarannya seluruhnya dilakukan Sonya Shankardas sebagaimana bukti yang ada pada kuasa Tergugat.

Namun begutu tentang pajak tersebut menurut saksi tidak tahu karena dia hanya menangani admin. Karena masalah pajak pribadi Sonya dan perusahaan yang urus Renny.

Sidang situnda sepekan. Dan Tergugat masih mengajukan tiga saksi lagi pada sidang berikut.

Sonya Shankardas Samtani melalui kuasa hukumnya Malik Bawazir, menggugat mantan suaminya Vimal Kumar dalam harta gono gini yang ditafsir aekitar Rp 250 Miliar. Tetapi Tergugat minta harta tersebut dibagi dua karena selama 25 tahun mereka hidup dalam pernikahan tidak ada pernyatàn pemisahan harta.

Artinya, berdasarkan UU Perkawinan Tahun 1974 seluruh harta tersebut harus dibagi dua.

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *