POLDA METRO JAYA TETAPKAN DIRUT PT BATAVIA LAND TERSANGKA TPPU

Jakarta, Kompas Rakyat,

Direktur Utama ( Dirut) PT Batavia Land  Budi Santoso ( 64 ) diduga keras sebagai tersangka kasus penipuan, penggelap, pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang nilainya ratusan miliar rupiah.

Hal ini diketahui setelah Direskrimum Polda Metro Jaya melalui surat dimulainya penyidikan (SPDP) yang dikirimkan  kepada Kejaksan Tinggi DKI Jakarta tanggal, 7 Agustus 2018.

Dalam surat bernomor No: B/17526/VIII/RES/.19/2018/Datro yang ditanda tangani oleh AKBP Ade Ary Syam Indradi SH.SIK.MH disebutkan bahwa,  Budi Santoso  sebagai tersangka dalam kasus ini atas laporan Devi Taurisa.

Devi Taurisa adalah juga salah satu direkrur pada Batavia Land dan sebagai pemegang sahan 30% di badan usaha tersebut.

Inti pada SPDP tersebut dijelaskan, Budi Santoso disangka melanggar pasal 378, 372, 374, 263, 266 KUHP dan pasal 3,4,5 UU No: 8 Tahun 2010 Tentang TPPU. Rangkaian pasal pasal hukum tersebut jika dijumlah, Budi Santoso diancaman hukuman penjara 20 tahun.

Sebelumnya, Budi Santoso pernah digugat oleh Devi Taurisa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 2016  terkait sengketa hotel Max-One yang berlokasi di jalan Sabang Jakarta Pusat. Dalam gugatan itu Budi Santoso Tergugat I, dan PT Bank QNB Indonesia Tbk Tergugat II dan  Kantor Pertanahan Jakarta Pusat sebagai Turut Tergugat.

PT Batavia Land berdiri tahun 2007 dengan para pengurusnya antara lain;  Komisaris Utama Mirlanni Santoso, Direktur Utama Budi Santoso, Direktur Devi Taurisa, dan Franky Fanny Aboetan sebagai Direktur. Aset yang dimiliki antara lain Hotel MaxOne Sabang yang merupakan aset terbesar.

Budi Sanroso sebagai tergugat I, dituding, tanpa  sepengetahuan anggota direksi lainnya/RUPS, telah mengajukan kredit Rp 40 miliar kepada Tergugat II, PT Bank QNB Indonesia Tbk  dengan jaminan  Hotel MaxOne Sabang.

Sementara itu tergugat II, yang telah  mengetahui tindakan tergugat I bertentangan dengan UU tanpa persetujuan RUPS  menjaminkan hotel yang dimaksut sebagai jaminan hutang maka perbuatan Tergugat I dan II, merupakan perbuatan melawan hukum (PMH).

Tergugat I telah mengalihkan Hotel MaxOne Sabang yang sekarang nilai jualnya  Rp150 miliar kepada tergugat II, hal ini diketahui melalui surat tergugat II No.0175/MB-IG/V/16 tanggal 17 Mei 2016 yang ditujukan kepada manejemen Hotel MaxOne Sabang.

Dalam surat tersebut antara lain  menyebutkan, bahwa hotel yang dimaksut luas tanahnya 2983 m2 dengan sertipikat HGB No.476 letaknya di jalan H Agus Salim No 24 Sabang, Kebon Sirih, Menteng Jakarta Pusat, adalah  milik PT Bank QNB Indonesia.

Perselisihan antara Devi Taurisa sebagai Direktur Batavia Land dan Budi Santoso sebagai Dirut, mulai terjadi karena kecurangan Budi Santoso. Selain Devi Taurisa menggugat ke pengadilan pada 2016,  juga melaporkan  Budi Santoso ke Polda metro Jaya dalam kasus pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukannya hingga Budi Santoso kini sebagai tersangka.

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *