VIMAL KUMAR TETAP TUNTUT MANTAN MERTUA BAYAR KERUGIANYA Rp 1,65 M

Jakarta, Kompas Rakyat,

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) bekas menantu, Vimal Kumar Indru Mukhi sebesar Rp 1.650.000.000 terhadap mantan mertuanya Ny Gul  Shankardas sudah dua kali disidangkan tetapi Tergugat atau kuasanya belum  hadir di sidang.

Gugatan Vimal Kumar terhadap Ny Gul Shankardas diajukan melalui pengacara senior, Hartono Tanuwidjaja, SH, MSi, MH di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 357/PDT.G/2018/PN.JKT.PST. Dan majelis hakim yang mengadili perkara ini diketuai, Franky Tambuun, SH, MH.

“Gugatan kami sangat sederhana dimana kita minta kepada majelis hakim pembatalan akta saja dalam perkara No.357 tersebut,” tutur Hartono Tanuwidjaja kepada wartawan, baru ini di Jakarta.

Vimal Kumar menggugat bekas mertuanya Ny Gul Shankardas (Tergugat I), Notaris Edison Jingga, SH, MH (Turut Tergugat I) dan Roni Shankardas Samtani (Turut Tergugat II), terkait masalah jual saham PT Sai Tech.

PT Sai Tech didirikan Sonya Shankardas Samtani (mantan istri Penggugat), dengan ibundanya Ny Gul Shankardas pada tahun 2005. Dalam perjalanan perusahaan ini, Vimal Kumar Indru Mukhi diangkat dan ditetapkan sebagai Direktur PT SAI TECH sejak 1 Juni 2016 dengan masa tugas 5 tahun.

Sebelumnya Penggugat telah hadir ke dalam rapat umum pemegang saham luar bisa perseroan terbatas PT SAI TECH atas undangan Direksi yang nota bene dijabat oleh istri Penggugat (pada saat itu masih terikat di dalam suatu perkawinan sah) dan selanjutnya telah diminta untuk menggantikan kedudukan istri Penggugat yang menjadi pengurus perseroan sebagai Direktur PT Sai Tech sejak tahun 2005.

Berdasarkan Akta Hibah Saham tanggal 1 Juni 2016 No.3 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan Notaris Edison Jingga, SH, MH (Turut Tergugat) jo Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT SAI TECH tanggal 1 Juni 2016 No. 2, maka pihak Tergugat Ny Gul Shankardas telah tercatat sebagai pemegang saham penuh 100% dalam.perseroan terbatas PT SAI TECH sejumlah 12.500 lembar saham dengan nilai saham seluruhnya Rp 1.250.000.000.

Ternyata Tergugat Ny Gul Shankardas telah membuat dan menandatangani surat jual beli saham di bawah tangan tanggal 28 Juni 2016 untuk menjual hak hak atas 6.500 lembar saham pihak Tergugat dalam perseroan terbatas PT SAI TECH  dengan harga Rp 650.000.000 kepada Penggugat yang pada saat itu masih berstatus sebagai anak menantu sah dari Tergugat, dengan tanpa melakukan RUPSLB, PT SAI TECH sebab Penggugat  selaku Direktur perseroan atau sebagai pihak pembeli tidak pernah menerima undangan rapat apapun dan selanjutnya Penggugat telah diminta menandatangani Akta Depot (Penyimpanan) jual beli saham No. 98 dihadapan Notaris Edison Jingga.

“Ternyata transaksi jual beli saham dari pihak Tergugat sejumlah Rp 6.500 lembar saham dengan harga Rp 650 juta tersebut ternyata dapat diungkap adalah transaksi jual beli saham pura pura untuk menutupi rencana jahat dari pihak Tergugat,” kata Hartono Tanuwidjaja.

Terbukti membuang seluruh tanggung jawab Tergugat sebagai pemegang saham dan sekaligus komisaris PT SAI TECH (yang sejatinya tercatat sebagai debitur bank), padahal dana tunai yang ditransfer Penggugat sebagai harga penjualan dari hak hak 6.500 lembar saham milik Tergugat dalam PT SAI TECH pada tanggal 20 Juni 2016 sebesar Rp 350 juta dan tanggal 21 Juni 2016 sebesar Rp 300 juta ke No rek PT Bank Permata A/c. 311226449 atas nama Tergugat tersebut adalah nyata nyata berasal dari dana tunai yang dikirim dari rekening bank milik dan kepunyaan Turut Tergugat 2 (Roni Shankardas Samtani) nota bene adalah anak laki laki dari Tergugat sendiri yang alih alih telah ditransfer lebih dahulu Rp 650 juta ke Norek Bank Maybank Indonesia Tbk Cabang Wisma Eka Jiwa A/c. 1-001-53750-0 atas nama Penggugat Vimal Kumar Indru Mukhi pada tanggal 17 Juni 2016.

Bahwa dengan adanya perbuatan transaksi jual beli saham pura pura dan terungkapnya rencana busuk dari Tergugat kepada Penggugat sebagaimana dikemukakan di atas maka telah jelas melanggar ketentuan Pasal 1365 KUH Perdata.

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas pengacara Hartono Tanuwidjaja memohon kepada pengadilan supaya mengabulkan seluruh gugatannya; Menyatakan menurut hukum bahwa pihak Tergugat dan Turut Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum sesuai dengan ketentuan Pasal 1365 KUH Perdata.

Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan atas tanah dan bangunan milik Tergugat; Menyatakan menurut hukum bahwa surat jual beli saham (di bawah tangan) tanggal 28 Juni 2016 jo Akta Depot (Penyimpanan) jual beli saham  tanggal 28 Juni 2016 Nomor: 98 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan Turut Tergugat 1, yaitu antara Penggugat sebagai pembeli saham dan pihak Tergugat sebagai penjual saham batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian yang diderita Penggugat sebesar Rp 1.650.000.000 secara tunai dan seketika.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *