HANYA MAJELIS HAKIM SATU SATUNYA YANG BISA MEMBERI KEADILAN ATAS PEEKARA NY MARIA MAGDALENA

Jakarta, Kompas Rakyat,

Majelis hakim pimpinan Robert, SH, MH adalah harapan terakhir Ny Maria Magdalena Adriati Hartono untuk mendapat keadilan.

“Si ibu Maria ini sangat mengharapkan majelis hakim memberi keadilan agar perkara pengaduannya cepat selesai. Artinya Ny Maria berharap mendapat keadilan dari majelis hakim karena satu satunya harapan sekarang kepada beliau,” kata pengacara Alexius Tantrajaya,SH, MHum, yang menjadi kuasa hukum Ny Maria Magdalena di luar ruangan sidang, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa.

Semula keadilan bagi Ny Maria diharapkan datang dari presiden. Namun kenyataannya tidak mendapat perhatian sebab pengaduan tetap tidak bergerak (buntu) kendati presiden adalah orang nomor satu di Indonesia ini.

Karena itulah, harapan Ny Maria satu satunya kepada majelis hakim supaya dalam putusannya memerintahkan presiden lalu presiden memerintahkan Kapolri menyelesaikan Laporan Polisi No.449 tertanggal 08 Agustus 2008 di Mabes Polri.

Tadinya tujuan kita menggugat presiden itu untuk menginformasikan bahwa ‘ini lho pak presiden kondisi hukum di Indonesia’. Tapi engga digubris presiden. Perkara tersebut sama sekali tidak ada perubahan sejak kita daftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sejak Maret 2018 sampai sidang terakhir tadi, Selasa (18/9), tambah Alexius Tantrajaya.

“Sebab itulah kami sebut bahwa satu satunya yang bisa memberi keadilan bagi ibu Maria adalah majelis hakim yang dipimpin Robert.”

Ketika¬† diminta kepada Alexius Tantrajaya tentang kesimpulan yang diajukannya kepada majelis hakim, menurutnya kesimpulan tersebut tidak bisa keluar. “Ini tidak boleh keluar,” katanya sembari tertawa.

Sidang terakhir kemarin, agendanya adalah kesimpulan para pihak. Dan pada sidang tersebut masing masing para pihak (Penggugat, Tergugat I sampai Tergugat V dan Turut Tergugat), menyerahkan kesimpulan kepada majelis hakim.

Selanjutnya, hakim ketua mengatakan menunda sidang selama tiga pekan untuk menyusun putusan. “Mudah mudahan 9 Oktober bisa kita bacakan putusan,” kata Robert.

Seperti diberitakan, Ny Maria Magdalena menggugat presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), Komnas HAM, DPR RI, Kompolnas, Kapolri, karena melakukan perbuatan melawan hukum dan ganti rugi secara tanggung renteng Rp 110 Miliar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Latar belakang gugatan Ny Maria Magdalena, Kapolri dinilai Penggugat dan kuasanya tidak profesional sebab Laporan Polisi Ny Maria Magdalena No.449 di Mabes Polri sejak tanggal 08 Agustus 2008 tak diproses penyidik hingga kini.

Sebelum mengajukan gugatan terhadap presiden dan jajarannya itu, Ny Maria Magdalena telah menyurati para Tergugat mohon perlindungan hukum. Tapi pihak dimaksud tidak memberi keadilan kepada Ny Maria Magdalena padahal instansi tersebut berwenang memanggil Kapolri.

Begitupun presiden selaku panglima tertinggi di negri ini tidak merespon permohonan Ny Maria Magdalena, hingga gugatan tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Laporan Polisi No.449 di Mabes Polri, tentang keterangan palsu yang dilakukan saudara saudara kandung almarhum suami Ny Maria Magdalena dalam Akta Notaris. Dalam Akta tersebut para terlampor mengaku almarhum suami Ny Maria Magdalena tidak pernah kawin dan tidak pernah mengangkat anak. Karenanya sebagai ahli waris adalah saudara saudara kandungnya.

Berdasarkan dua Akta di atas, para terlampor berhasil menguasai harta almarhum yang jumlahnya puluhan miliar rupiah.

Padahal almarhum semasa.hidupnya menikah dua kali dan mendapat tiga anak. Dua dari tiga anak tersebut hasil perkawinannya dengan Ny Maria Magdalena. Satu lagi anak dari perkawinan almarhum dengan wanita kebangsaan Jerman.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *