ANAK ANGKAT BEREBUT WARISAN ORANG TUA DI JALUR PERDATA

Jakarta, Kompas Rakyat,
Harta peninggalan  almarhum Lim Tian Seng dan Ny Lie Tjioe Nio alias Ny Lie Liliana, jadi rebutan antar anak angkat dengan sengketa perdata.

Sebab, salah satu dari tiga anak angkat pasangan almarhum, berhasrat  untuk mendapatkan bagian harta waris tersebut secara adil.

Tegasnya, Ny Lie (Lim) Sioe Lie melalui kuasa hukumnya, pengacara senior Hartono Tanuwidjaja, SH, MSi, MH, menggugat saudara laki-lakinya yang bernama Lim Ping Hui. Sedang saudara lainnya, Ny Lim Beng Lie  diposisikan sebagai Turut Tergugat.

Gugatan tersebut telah didaftar pada Panitera Muda Perdata pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan diregister  dengan No: 463/Pdt.G/2018/PN. Jkt.PST.

Pada gugatan Penggugat itu  Hartono Tanuwidjaja memohon kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini  supaya  mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya ; Menyatakan Tergugat dan Turut Tergugat yang  menguasai secara sepihak aset dan dokumen harta peninggalan orang tua Penggugat, melakukan   Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Hakim juga di mohon menyatakan  Penggugat, Tergugat serta  Turut Tergugat secara bersama sama merupakan ahli waris yang sah dari pasangan almarhum Liem Tian  Seng  dan Ny Lie Liliana.

Selain itu, dimohon juga pengadilan untuk menyatakan  tanah dan bangunan di Gang Waru, Kampung Bali, Tanah Abang Jakarata Pusat  dengan sertipikat hak milik (SHM) No: 280 luas tanah 231 M2 atas nama Ny Lie Tjie Nio, dan tanah  dijalan Fakhrudin Kampung  Bali Jakarta Pusat dengan SHGB 737 luas tanah 103 M2 atas namaim Tian Seng, tanah dan banggunan SHGB  No: 738 seluas 102 M2 atas nama Ny Lie Liliana, serta  dua bidang  tanah di Petukangan Jakarta Selatan dengan SHM No: 2992 Petukangan Utara seluas 1363 M2,  dan SHM No : 2993 M2 Petukangan Utara seluas 618 M2, atas nama Lim Tian Seng, adalah aset peninggalan almarhum Lim Tean Seng dan Nyi. Lie Liliana,  yang belum pernah dibagi kepada para ahli waris harus  dibagi secara adil dan sama rata kepada  Penggugat, Tergugat dan Turut Tergugat.

Hartono Tanuwidjaja dalam gugatannya mengungkapkan bahwa, semasa hidup suami istri Lim Tian Seng dan Ny Lie Liliana memgangkat 3 orang anak yakni; Lim Beng Lie (perempuan/Turut Tergugat), Lie (Lim) Sioe Lie (Penggugat) dan Lim Ping Hui (laki-laki/ Tergugat).

Keberadaan Penggugat diketahui sebagai anak yang dibesarkan pasangan suami istri Lim Tian Seng dan Ny Lie Liliana. Man dalam Akta Kelahiran No: 10219/1966), masih tercantum nama orang tua kandungnya  yaitu, Lie Gie Swan dan Ny Khouw  Hong Nio.

Sedang pada Akta Kelahiran Tergugat dan Turut Tergugat justru tercantum nama pasangan suami istri Lim Tian Seng dan Ny Lie Tjioe
Nio alias Ny Lie Liliana sebagai orang tuanya. “Padahal keduanya memiliki status yang sama dengan Penggugat,  sebagai anak angkat dan bukan anak kandung biologis,” tutur Hartono Tanuwidjaja, kepada pers, baru ini, di Jakarta.

Sejak lahir, Penggugat, Tergugat serta Turut Tergugat dirawat dan dibesarkan pasangan suami istri Lim Tian Seng dan dianggap sebagai  anak kandung,  serta disekolahkan dari  SD sampai SMA,  bahkan hingga sampai di bangku kuliah.

Penggugat dapat membuktikan dengan buku Rapor yang jelas dan nyata telah mencantumkan nama orang tua angkatnya bernama Lim Tan Seng. Selain itu dapat dibuktikan pula bahwa nama Penggugat dan Turut Tergugat tercantum  dalam arsip Kartu Keluarga (KK) No: 704645 atas nama Lim Tian Seng, Gang Waru RT 019/07 Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang,  Jakarta Pusat, dan  foto-foto keluarga yang tentunya Penggugat, Tergugat dan Turut Tergugag terdapat didalam foto foto tersebut.

Pada  6 April 2016, ayah angkat Penggugat, Tergugat dan Turut Tergugat meninggal dunia, dan ibu angkat mereka juga meninggal pada 11 Desember 2017. Dalam Iklan Duka Cita yang dimuat oleh media cetak, nama ketiga anak angkat ini   tercantum  sebagai anak almarhum. Tercantum pula pada kedua  batu nisan  Lim Tian Seng dan Ny Lie  Lilian.

Belakangan baru diketahui, bahwa Lim Tian Seng ayah angkat mereka semasa hidupnya membuat Wasiat  No.1 dan No. 2 dihadapan Notaris Lenny Budiman di Jakarta.

Akta notaris tersebut berisikan, bahwa tanah dan bangunan di jalan Fakhrudin No: 14 Kelurahan Kampung Bali, Tanah Abang Jakarta Pusat dengan SHGB No: 737 luas tanah 103 M2, terdaftar Lem Tian Seng atas nama Turut Tergugat, Lim Beng Lie.

Dan sejak orang tua mereka meninggal dunia, beberapa aset harta tidak bergerak dan dokumen bukti surat  kepemilikan aset harta benda milik almahum (orang tua mereka), dikuasai Tergugat.

Bahkan Penggugat dan Turut Tergugat pernah meminta secara baik baik kepada Tergugat  untuk membicarakan  mengenai aset harta warisan ini, tetapi Tergugat sama sekali tidak mempunyai itikat baik, bahkan mengusir Penggugat dan Turut Tergugat, yang kemudian kunci rumah diganti oleh Tergugat sehingga Pengggugat dan Turut Tergugat tidak bisa masuk lagi kerumah tersebut. Akhirnya, Penggugat dan Turut Tergugat kaluar dan harus pindah tempat tinggal dari rumah tinggal keluarga almarhum orang tuanya.

Perbuatan Tergugat menimbulkan kerugian bagi Penggugat dan Turut Tergugat,  dan merupakan PMH seperti yang diatur dalam pasal 1365 KUH-Perdata.

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *