KABARESKRIM DIMOHON MEMBERI PERLINDUNGAN HUKUM DAN KEADILAN BAGI MARIA MAGDALENA

Jakarta, Kompas Rakyat,

Pengacara kondang Alexius Tantrajaya, SH, MHum, secara tertulis memohon perlindungan hukum dan keadilan untuk kepentingan hukum Ny Maria Magdalena Andriati Hartono, kepada Kabareskrim Polri yang baru, Kom. Jen. Drs Arief Sulustyanto, MSi.

Permohonan perlindungan hukum dan keadilan untuk Ny Maria Magdalena itu disampaikan Alexius Tantrajaya dalam surat No.026/MPH-Pid/ATR/IX/2018 tertanggal  03 September, 2018.

Pada surat itu, Alexius Tantrajaya menyebutkan bahwa Ny Maria Magdalena adalah istri almarhum Denianto Wirawardhana dan dari perkawinannya tersebut telah dilahirkan dua anak yakni bernama Randy William dan Cindy William. Sedangkan Denianto sebelumnya juga telah menikah pada tahun 1977 dengan Ny Gabriela Garde Elfriede Stronnach (Jerman), dan mempunyai anak laki bernama Thomas Wirawardhana.

Menurut Alexius Tantrajaya, Denianto Wirawardhana telah meninggal pada 21 Juni 2007. Dan berdasarkan Akta Pernyataan No.1 dan Akta Keterangan Waris No. 2 September tanggal 11 Januari 2008 yang diterbitkan oleh  Notaris Rohana Frieta, SH, para saudara kandung almarhum Denianto Wirawardhana yakni: Lim Kwan Yauw, Kustiadi Wirawardhana, Suciadi Wirawardhana, Ny Martini Suwansinata, telah ditetapkan sebagai ahli waris dari almarhum Denianto Wirawardhana dengan dasar   dan alasan Tn Lim Kwang Yauw Cs, telah memberikan pernyataan di dalam Akta No.1 dan Akta No.2 tersebut.

Pada kedua Akta tersebut di atas disebut bahwa almarhum Denianto Wirawardhana tidak pernah menikah menurut UU No. 1 Tahun 1974 dan tidak pernah mengadopsi anak dan tidak pernah mengakui anak luar kawin.

Kemudian, berdasarkan atas terbitnya Akta No.1 dan Akta No.2 tersebut, pada tanggal 8 Agustus 2008 Ny Maria Magdalena selaku pelapor dengan Laporan Polisi (LP), No. Pol. LP/449/K/VIII/Siaga III di Bareskrim Mabes Polri, telah melaporkan Tn Lim Kwan Youw Cs.

Terkait LP Ny Maria Magdalena yang telah  mengendap selama 10 tahun  di Bareskrim Polri, pengacara Alexius Tantrajaya memohon agar dapat segera diselesaikan oleh penyidik Polri.

“Kami seolah memperoleh secercah harapan untuk bisa meraih keadilan bagi klien Ny Maria Madame dengan mencoba untuk memperoleh keadilan melalui surat ini kepada bpk Kabareskrim Polri untuk segera melimpahkan berkas pidana LP. No. LP/449/K/VIII/Siaga III  tanggal 08 Agustus 2008 ke tingkat penuntutan untuk disidang agar diperoleh kepastian hukum dan keadilan,” pinta Alexius Tantrajaya, dalam suratnya yang disampaikan.juga kepada media massa, di Jakarta, kemarin.

Alexius juga menyampaikan tindakan surat ke Kabareskrim tersebut kepada presiden RI.

Seperti diberitakan sebelumnya, advokat Alexius Tantrajaya dan Ny Maria Magdalena menggugat presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, DPR RI, Komnas HAM, Kompolnas dan Kapolri (Tergugat I sampai Tergugat V), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena melakukan perbuatan melawan hukum dengan tuntutan ganti rugi senilai Rp 110 Miliar.

Latar belakang gugatan tersebut karena penyidik Polri tidak profesional alias mengabaikan LP Penggugat Ny Maria Magdalena selama 10 tahun.

Perbuatan Penyidik dinilai tidak memberi keadilan kepada Ny Maria Magdalena. Sedangkan presiden digugat, dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi di Indonesia.

Gugatan perdata Ny Maria Magdalena tersebut akan disidang kembali Rabu mendatang oleh majelis hakim pimpinan Robert, SH, MH.

Bukti bukti sebanyak 67 macam telah diserahkan kuasa Penggugat kepada majelis hakim untuk membuktikan gugatannya agar  dikabulkan pengadilan.

Sidang terakhir pengacara Alexius Tantrajaya menyatakan memohon agar majelis hakim memutuskan agar presiden supaya memerintahkan Kapolri melimpahkan berkas pidana laporan Ny Maria ke pengadilan.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *