ADVOKAT ALEXIUS TANTRAJAYA BERHARAP MAJELIS HAKIM BERANI KABULKAN GUGATAN TERHADAP PRESIDEN

Jakarta, Kompas Rakyat,

Gugatan Ny Maria Magdalena terhadap presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), sangat sederhana. Hanya saja berani tidak majelis hakim mengabulkan gugatan dengan memerintahkan presiden supaya presiden memerintahkan Kapolri menyelesaikan penyidikan Laporan Polisi Penggugat yang telah mandeg selama 10 tahun.

Demikian penjelasan pengacara senior Alexius Tantrajaya, SH, MHum, menjawab pers seusai bersidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa kemarin (21/8).

Alexius Tantrajaya mengaku berharap banyak dalam hal keberanian majelis hakim yang diketuai Robert, memutus perkara yang ditanganinya berdasarkan kuasa Ny Maria Magdalena kepadanya dalam menggugat presiden RI (pemerintah RI) dan jajarannya, DPR RI, Komnas HAM, Kompolnas, Kapolri (Tergugat I-V), serta Kejaksaan Agung RI (Turut Tergugat).

Gugatan Ny Maria Magdalena terhadap pemerintah RI diajukan Penggugat melalui Alexius Tantrajaya, bukan tak mendasar. “Ini menyangkut nasibnya seorang ibu rumah tangga yang sah ditinggal mati suami. Dia berjibaku untuk mempertahankan hak anak anaknya dari harta waris bapaknya sendiri yang dirampas oleh saudara saudara kandung almarhum suami Ny Maria Magdalena.

Disamping itu tambah advokat senior ini, gugatan diajukan supaya sesuai dengan komitmennya  presiden yang ingin negara ini jadi negara hukum. “Jadi saya sodorkan  kepada bapak presiden, ini lho ada kondisi seperti ini. Itu tujuannya. Tapi karena presiden diam saja makanya kami gugat,” tutur Alexius Tantrajaya, mengungkapkan.

Keterkaitan dengan Tergugat lainnya seperti DPR RI, Komnas HAM, Kompolnas, mereka juga mempunyai kewenangan memanggil Kapolri berdasarkan Undang Undang. Tapi instansi tersebut tidak memberi keadilan bagi Ny Maria Magdalena, meski kliennya sudah menyurati mohon perlindungan hukum.  Hingga digugat pula bersama presiden.

Besar ganti rugi materiil dan immaterial diajukan Penggugat sebesar Rp 110 Miliar secara tanggung renteng terhadap Tergugat I sampai Tergugat V.

Terkait gugatan tersebut, pengacara Alexius Tantrajaya dan  Ny Maria mengajukan 66 macam bukti kepada majelis hakim, pada sidang kemarin.

Bukti bukti tersebut menurut Alexius, diantaranya Laporan Polisi Ny Maria di Mabes Polri sepuluh tahun silam (8 Agustus 2008). Surat panggilan penyidik, ada Akta notaris  yang menyangkut keterangan palsu para terlapor dan lain lain. “Pokoknya, banyak bukti bukti tertulis yang menyulitkan ibu Maria kita ajukan,” kata Alexius Tantrajaya yang didampingi putranya, advokat Rene Saputra Alexius, SH, MH.

Namun demikian, pada sidang berikut kuasa Penggugat akan mengajukan satu bukti lagi mengenai akta perkawinan antara almarhum dengan wanita Jerman (istri pertama ibu dari Thomas).Sedangkan bukti perkawinan almarhum dengan Ny Maria Magdalena sudah diajukan.

Akta notaris tersebut penting diajukan karena sebagai obyek dari Laporan Polisi yang mandeg itu, tambah Alexius.

Dalam Akta yang dibuat lawan disebut bahwa almarhum tidak pernah kawin dan tidak punya anak. Sementara dalam gugatan perkara mereka ketika menggugat Ny Maria mereka sebut almarhum pernah kawin satu kali dengan wanita Jerman. “Ini kan kontradiktif. Sementara tentang gugatan kami saya dukung semua dengan bukti bukti. “Ketika almarhum kawin pertama kita ada bukti dan anaknya sekarang bergabung dengan ibu Maria ada juga buktinya.”

Berdasarkan bukti begitu gampang sebenarnya kasus Ny Maria tetapi kenapa ya mesti sampai 10 tahun mandeg sementara daluasanya 12 tahun, tutur Alexius bertanya.

Diungkapkan pula oleh pengacara ini bahwa lawannya menggugat Ny Maria dengan bukti bohong yaitu mengaku sebagai ahli waris almarhum dalam akta keterangan palsu. Namun mereka dimenangkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Oleh karena itu tambah Alexius Tantrajaya, jika gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dikabulkan maka putusan perkara terdahulu buyar semua. Sebab sewaktu menggugat dulu mereka mengaku ahli waris.

Disamping itu terdapat keterangan palsu  yaitu keterangan awal yang.menyatakan bahwa dia ahli waris karena almarhum tidak kawin dan tidak pernah punya anak. “Padahal anaknya tiga istrinya dua.”

Menurut Alexius, ada skenario bahwa memang dengan adanya gugatan mereka yang menang tersebut, jadi perkara laporan polisi Ny Maria Magdalena harus diamankan atau dihambat. Sebab bila laporan diteruskan dengan cepat bubar perkara terdahulu itu, tuturnya menjelaskan.

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *