MENANTU GUGAT MANTAN MERTUA KARENA JUAL SAHAM PURA PURA RP 650 JUTA DAN DIBUAT KAMBING HITAM

Jakarta, Kompas Rakyat,

Pengusaha Vimal Kumar Indru Mukhi menggugat mantan mertuanya Ny Gul Shankardas sebesar Rp 1.650.000.000 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Karena Melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Latarbelakang gugatan diajukan Penggugat Vimal kepada Tergugat I, Ny Gul Shankardas, terkait penjualan saham PT SAI TECH di bawah tangan sebanyak 6.500 lembar saham bernilai Rp 650 juta pada 28 Juni 2016.

Awal permasalahan berawal dari akta pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa perseroan terbatas PT SAI TECH tanggal 1 Juni 2016 No.2, Penggugat Vimal Kumar, telah diangkat dan ditetapkan sebagai Direktur PT SAI TECH untuk jangka 5 tahun terhitung sejak 26 Mei 2016 dan berakhir 25 Mei 2021.

Sebelumnya, Penggugat Vimal Kumar, telah hadir ke dalam rapat umum mengenai  pemegang saham luar biasa perseroan terbatas PT SAI TECH atas undangan Direksi perseroan – yang notabene dijabat oleh istri Penggugat (yang pada saat itu masih terikat di dalam suatu Perkawinan sah) dan selanjutnya telah diminta untuk menggantikan kedudukan istri Penggugat yang menjadi pengurus perseroan sebagai Direktur PT SAI TECH sejak tahun 2005.

Berdasarkan Akta Hibah Saham tanggal 01 Juni 2016 No.3 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan Notaris Edison Jingga, SH, MH (Turut Tergugat I) jo Akta pernyataan keputusan rapat umum pemegang saham  luar biasa perseroan terbatas PT SAI TECH  tanggal 01 Juni 2016 No.2 maka pihak Tergugat telah tercatat sebagai penegang saham penuh 100%  PT SAI TECH sejumlah 12.500 lembar saham dengan nilai nominal saham sebesar Rp 100.000 atau seluruhnya Rp 1. 250.000.000.

Pada saat transaksi saham 6.500 saham ini Ny Gul Shankardas masih mertua Penggugat Vimal Kumar. Dan penjualan saham tersebut tanpa melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa PT Sai Tech, sebab Penggugat selaku Direktur perseroan atau sebagai pembeli tidak pernah menerima undangan rapat apapun.

Selanjutnya Penggugat telah diminta untuk membuat dan menandatangani Akta Depot (Penyimpanan) jual beli saham No.98 dihadapan Notaris Edison Hingga, SH, MH (Turut Tergugat I).

Menurut kuasa hukum Penggugat, Vimal Kumar, pengacara Hartono Tanuwidjaja SH, MSi, MH dalam gugatannya, atas terjadinya transaksi jual bel saham dengan harga Rp 650 juta tersebut ternyata dapat diungkap adalah transaksi hal beli saham pura-pura untuk menutupi rencana jahat dari Tergugat Ny Gul Shankardas.

Sebab terbukti  Tergugat I membuang seluruh tanggung  jawab pihak Tergugat tersebut sebagai pemegang saham dan sekaligus Komisaris perseroan PT SAI TECH (yang sejatinya sebagai debitur bank). Padahal dana tunai yang Penggugat transfer sebagai harga penjualan dari hak hak atas 6.500 lembar saham milik Tergugat I, dalam perseroan PT SAI TECH pada 20 Juni 2016 sebesar Rp 350.000.000 dan tanggal 21 Juni 2016 sebesar Rp 300.00.000 ke rekening Bank Permata A/c. 311226449 atas nama Tergugat tersebut adalah nyata nyata berasal dari dana tunai yang dikirim.dari rekening bank milik kepunyaan Turut Tergugat II, Roni Shankardas Samtani – notabene adalah anak laki laki Tergugat I sendiri yang ditransfer lebih dahulu sebesar Rp 650 juta ke rek PT Bank Maybank Indonesia Tbk cabang Wisma Eka Jiwa A/c. 1-001-53750-0 atas nama Vimal Kumar Indru Mukhi (Penggugat) pada 17 Juni 2016.

Adanya transaksi jual beli saham pura pura dan terungkapnya rencana busuk dari Tergugat I, untuk menolak ikut bertanggung jawab atas penyelesaian kewajiban utang ke bank tersebut di atas maka Penggugat merasa sangat dirugikan telah dijadikan kambing hitam atas kemacetan fasilitas kredit PT Sai Tech. Padahal  Tergugat Tergugat Ny Gul Shankardas sendiri sebagai pemegang saham dan sekaligus sebagai Komisaris perseroan telah ikut membubuhkan tanda tangan persetujuan guna mempermudah panjang fasilitas kredit PT Sai Tech tersebut sampai dengan tanggal 16 Februari 2017.

Berdasar fakta fakta di atas pengacara Hartono Tanuwidjaja memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, supaya menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat.

Pengadilan diminta pula supaya menyatakan Tergugat I dan para Turut Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum sesuai dengan ketentuan Pasal 1365 KUH Perdata, dan menyatkan sah dan berguna sita jaminan yang dimohonkan atas tanah dan bangunan milik Tergugat I, yang terletak di Jl Johar No.24 Menteng, Jakarta Pusat.

Majelis hakim diminta pula menyatakan menurut hukum bahwa surat jual belum saham di bawah tangan tanggal 28 Juni 2016 jo Akta Depot (penyimpanan) jual beli saham  tanggal 27 Juni 2016 No.98 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan Turut Tergugat I yaitu antara Penggugat sebagai pembeli saham dan pihak Tergugat sebagai penjual saham di nyatakan batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Menghukum Tergugat untuk.membayar kerugian yang diderita Penggugat sebesar Rp. 1.250.000.000 secara tunai dan seketika (kerugian materiil dan immateriil).

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *