GAGAL MEDIASI, GUGATAN TERHADAP PRESIDEN DILANJUTKAN MEMERIKSA POKOK PERKARA

Jakarta, Kompas Rakyat,

Mediasi (upaya perdamaian), gugatan Ny Maria Magdalena, terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, gagal berdamai.

Sidang terakhir tentang mediasi tersebut dihadiri Penggugat Ny Maria Magdalena disamping kuasanya, pengacara Alexius Tentaranya, SH, MHum, dan kuasa hukum Para Tergugat dan Turut Tergugat.

Sidang mediasi sebelumnya sudah berjalan tiga kali. Menurut Alexius Tantrajaya dalam sidang mediasi terahir yang berlangsung kemarin, Selasa (2/7), pihaknya  menyatakan kepada hakim mediasi Eddy Junaidy supaya laporan pidana kliennya tetap diproses.

Pernyataan ini dikemukakan Alexius ketika menjawab hakim tunggal mediasi yang mempertanyakan sikap kuasa Penggugat.

Pengacara Alexius meminta supaya perkara pengaduan kliennya Ny Maria diproses.
Dan menjawab itu, kuasa hukum Kapolri (Tergugat V) menyatakan perkara tetap diproses.

Namun karena tidak ada jaminan dari kuasa Tergugat (Kapolri), untuk melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Jakarta Pusat, dalam waktu dekat, Alexius lalu menyatakan, sidang pemeriksaan pokok perkara dilanjutkan saja.

“Tidak ada jaminan pelimpahan berkas maka kita  minta dilanjutkan sidang. Sebab tidak ada pegangan saya,” kata Alexius, di luar ruangan sidang mediasi.

“Jadi mediasi tadi gagal dan kita minta supaya sidang selanjutnya pemeriksaan pokok perkara dengan terlebih dahulu membacakan gugatan kami atau dianggap dibacakan dalam sidang,” tutur Alexius menjelaskan.

Sementara panitera pengganti menginformasikan kepada kuasa Penggugat, kuasa Tergugat I-VI dan Turut Tergugat bahwa hakim ketua majelis Robert yang mengadili perkara ini menyatakan setelah gagal mediasi sidang selanjutnya ditetapkan, Selasa (10/7),

Menjawab pers, advokat senior Alexius Tantrajaya lebih lanjut mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mundur dalam menggugat Presiden RI atau pemerintah RI demi keadilan bagi kliennya Ny Maria.

Perkara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan Ny Maria Magdalena Andriarti Hartono melalui Alexius Tantrajaya, terhadap  Pemerintah RI Cq Presiden RI dan lembaga pemerintah lainnya karena Tergugat V (Kapolri) kurang merespon laporan polisi Penggugat.

Karenanya, dua Lembaga Tinggi Negara Republik Indonesia,  masing-masing Pemerintah RI Cq Presiden RI, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), dan lembaga pemerintah lainnya seperti Ketua Komisi Kopolisian Nasional (Kompolnas) RI, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI dan Kepala Kepolisian RI digugat dan dituntut oleh Alexius Tantradjaya SH MHum sebagai kuasa hukum Ny Maria Magdalena Andriarti Hartono  untuk membayar ganti rugi karena melakukan  PMH.

Alasanya menggugat  karena  merasa kecewa terhadap Presiden Jokowi, Kapolri, Kadiv Propam Mabes Polri, Kompolnas, Komisi III DPR dan instansi hukum lainnya. Sebab seluruh surat permohonan perlindungan hukum sebagai upaya pihaknya yang dikirim kepada mereka ternyata tidak memberikan harapan.

” Tidak satu pun dari mereka yang memberikan jalan keluar atas pengabaian rasa Keadilan yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap klien, Maria Magdalena Andeiati Hartono, yang sudah membuat Laporan pidana tapi tidak direspon penyidik,” kata Alexius.

Tujuan dari gugatan ini menurut Alexius tak lain dan tak bukan agar Presiden memberikan  perintahkan  kepada Kepolisian supaya  melanjutkan pemeriksaan laporan klienya hingga  tuntas demi keadilan dan tegaknya hukum.

*Dolat Munthe

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *