OTT KPK: Hakim, Panitera PN Tangerang dan Pengacara Ditangkap

Jakarta, Kompas.Rakyat,

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, membenarkan seorang hakim di Pengadilan Negeri Tangerang dikabarkan terkena Operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Selain hakim itu, KPK juga menangkap 6 orang lainnya. Total penangkapan malam itu KPK berhasil menciduk 7 orang di PN Tangerang.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah belum merinci nama atau pun inisial ke 7 orang yang ditangkap tersebut. namun Febri mengakui, salah satunya adalah Hakim.

“Unsur dari tujuh orang itu ada hakim, panitera, penasehat hukum, dan ada unsur swasta juga,” katanya di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Tempo.com, Senin, 12 Maret 2018.

KPK turut mengamankan sejumlah uang. Menurut Febri operasi itu diduga berkaitan dengan sebuah perkara perdata. “Diduga terjadi transaksi terhadap penanganan perkara di PN Tangerang,” katanya.

Febri mengatakan ketujuh orang itu sedang menjalani pemeriksaan. Status mereka akan diputuskan setelah pemeriksaan 1×24 jam.

Informasi terkait OTT itu juga dibenarkan oleh Juru bicara Mahkamah Agung Suhadi. Dia mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan sekitar pukul 16.30. “Benar, saya dapat informasi dari ketuanya (Ketua PN Tangerang),” katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Maret 2018.

Menurut informasi yang diterima Suhadi, KPK mengamankan dua orang dalam operasi itu, salah satunya adalah Panitera Pengganti. “Dua orang, pemberi dan penerima, panitera pengganti satu, satu lagi penerima,” katanya.

Suhadi mengatakan saat diciduk oleh KPK, panitera pengganti tersebut berteriak seperti orang kesurupan. “Dia nyebut nama orang lain waktu diamankan itu,” katanya.

Kasus ini, kembali menampar wajah peradilan di Indonesia. Padahal sebelumnya, ketika marak OTT terhadap perangkat peradilan, Mahkamah Agung sampai meminta maaf kepada bangsa Indonesia. Namun sayangnya, kembali fakta OTT di pengadilan mengungkap skandal demi skandal mafia hukum yang sulit diberantas.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *