BARESKRIM DISOMASI MAKI LIMPAHKAN KORUPSI MIGAS

Jakarta, Kompas Rakyat,

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), somasi Bareskrim dikarenakan sampai Jumat (9/2) belum menyerahkan tersangka korupsi Kondensat TPPI-BP Migas kepada Kejaksaan Agung.

MAKI memberikan somasi penyerahan dengan batas waktu maksimal 7 hari. Jika tidak MAKI akan ajukan gugatan Praperadilan.

Berdasarkan rilis yang diterima Kompas Rakyat, MAKI menyatakan akan menyerahkan somasi tersebutĀ ke alamat Bareskrim, Gedung Mina Bahari II Lantai Dasar Jl Medan Merdeka Timur No.16 Gambir, Jakarta Pusat, sehabis sholat Jumat, kemarin.

Bukti telah diserahkannya somasi MAKI tersebut ditandai dengan stempel Bareskrim dalam bagian atas kanan surat somasi.

Koordinator MAKI, H Boyamin Bin Saiman SH mengatakan dalam rilisnya bahwa MAKI adalah lembaga swadaya masyarakat yang telah melakukan pengawasan korupsi Kondensat TPPI-BP Migas termasuk upaya Praperadilan.

Menurut Boyamin, jaksa Kejaksaan Agung telah menyatakan lengkap (P-21) atas berkas perkara korupsi Konsentrat TPPI-BP Migas pada tanggal 3 Januari 2918. Berdasar UU No.8 Tahun 1881 Tentang KUHAP Pasal 8 ayat (3) huruf b; Dalam hal penyidikan sudah dianggap selesai, penyidik menyerahkan tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum.

Bahwa untuk itu kami Mensomasi (tegur) kepada Bareskrim agar menyerahkan tersangka, Raden Priyono, Djoko Harsono dan Bonggo Wendratno kepada Kejaksaan Agung secara bersama sama, baik formil dan atau materiil dengan batas waktu maksimal 7 hari kerja sejak surat Somasi ini diserahkan.

Apabila dalam jangka waktu 7 hari kerja belum diserahkan tersangka secara bersama sama, pasti kami mengajukan gugatan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sebagaimana telah dilakukan sebelumnya.

“Kami memaksa Bapak Bareskrim menyelesaikan tugas terahir perkara korupsi Kondensat ini dikarenakan.dulunya kasus Kondensat telah mangkrak di KPK selama 2 tahun (2013-2015) dan kemudian ditangani oleh Bareskrim. Jika perkara ini disidangkan dan mendapat vonisĀ  bersalah maka akan.menjadi bukti bahwa Bareskrim mampu menangani dan menuntaskan perkara besar bahkan akan.memecahkan rekor besarnya kerugian Rp 38 Triliun,” kata Boyamin, dalam surat somasinya.

Tembusan Somasi ke Bareskrim tersebut disampaikan kepada, Kapolri di Jakarta, Jaksa Agung RI di Jakarta, Pimpinan KPK di Jakarta.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *