SEMENTARA, 28 PENGACARA SIAP BELA ADVOKAT FIRMAN WIJAYA LAWAN SBY

Jakarta, Kompas Rakyat,

Solidaritas puluhan pengaca terusik karena adanya laporan SBY terhadap advokat Firman Wijaya SH, MH ke Bareskrim  Polri dengan sangkaan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik.

Dalam dua hari ini, sudah tercatat 28 pengacara dari berbagai kantor hukum dan termasuk dari LBH Jakarta, sudah menyatakan diri kepada koordinator tim PH (Penasihat Hukum), Buyamin Saiman SH siap membela Firman Wijaya di kepolisian dan persidangan.

“Hasil pembicaraan saya dengan Firman Wijaya hari ini ( Rabu 7/2), disepakati saya ditunjuk untuk menjadi koordinator kuasa hukum Firman Wijaya dalam.menghadapi pelaporan SBY ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik,” kata Boyamin kepada Kompas Rakyat, lewat WA.

Penunjukan Firman tersebut saya terima, seata mata yakin bahwa Firman Wijaya melakukan tugas profesinya untuk menggali semua a fakta yang terkait dengan kasus e-KTP dalam rangka membela kliennya yang jelas jelas dilindungi Undang undang Advokat. Saya yakin Firman Wijaya tidak bersalah dalam menjalankan tugas profesinya,” tambah Boyamin.

Lantas setelah menerima penunjukan sebagai kuasa itu, menurut Boyamin, untuk memperkuat tim saya telah menyiapkan advokat partner dari kantor Boyamin Saiman Law Firm Jakarta dan Kartika Law Firm Surakarta yang terdiri sebelas pengacara.

Selanjutnya Boyamin masih menghimpun dan menambah advokat lain yang peduli dengan Firman Wijaya secara inhouse pasti membelanya. “Prinsip kami, menghormati proses hukum dan apresiasi semua pihak yang menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa secara beradab. Yang jelas kami akan menggunakan semua opsi yang diberikan jalur hukum dan.memberikan advokasi kepada Firman Wijaya,” tandas Boyamin mantap.

Dari waktu ke waktu, ungkap pengacara terkenal anti korupsi ini, pengacara yang menyatakan siap membela Firman terus bertambah.

Pembentukan tim kuasa hukum adalah semata mata sebagai solidaritas dan bentuk dukungan riel terhadap kehormatan profesi Firman Wijaya tidak gentar dan tidak takut hadapi pelaporan SBY.

“Barusan mendapat tambahan advokat lagi yang siap bergabung masuk tim,” ungkap Boyamin, sembari menyebut nama nama pengacara itu dan kantor hukumnya.

Pengacara Firman Wijaya dilaporkan  SBY ke Bareskrim Polri, melakukan pencemaran nama baiknya, Selasa lalu. Pencemaran nama baik tersebut terkait soal pernyataan pengacara Setya Novanto Firman Wijaya.

Bareskrim Polri telah menerima laporan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Laporan itu akan dipelajari polisi.

“Laporan itu diterima terus akan dilakukan tahapan penyelidikan. Saat ini penyelidik menerima itu dan akan dilakukan penyelidikan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di kantor DPP Syarikat Islam Indonesia (SII), Jl Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, Selasa (6/2).

Iqbal menerangkan penyelidik akan mengumpulkan dan mempelajari bukti-bukti. Jika ditemukan ada bukti yang menunjukkan perbuatan melawan hukum, polisi akan meningkat status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

“Apabila penyelidik yakin menemukan bukti-bukti adanya dugaan perbuatan melawan hukum, tentunya akan ditingkatkan ke penyidikan,” tegas Iqbal.

Laporan SBY teregister dengan nomor LP/187/II/2018/Bareskrim/Tanggal 6 Februari 2018. Pasal yang dilaporkan SBY terhadap Firman ialah Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik.

Pelaporan terhadap Firman Wijaya atas pernyataan di luar persidangan memberi keterangan yang tidak sesuai dengan kesaksian politikus Mirwan Amir saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, dalam perkara Setya Novanto.

Ketika Firman diwawancarai media di luar persidangan, dia menyimpulkan atau mengembangkan sendiri keterangan Mirwan Amir.

SBY dalam jumpa pers sebelum melapor ke Bareskrim mengatakan Firman Wijaya sengaja mengarahkan tuduhan ke dirinya. SBY juga menggambarkan bagaimana dalam persidangan Novanto terdapat percakapan antara pengacara dan saksi. SBY menilai percakapan itu aneh dan keluar dari konteks.

“Firman Wijaya memberikan pernyataan yang kita pelajari seperti diarahkan, menuduh saya sebagai orang besar, sebagai penguasa, yang melakukan intervensi sebagai pengadaan e-KTP,” kata SBY di kantor DPP Partai Demokrat, Jl Proklamasi.

“Saya malah terkejut dengan langkah-langkah beliau. Bagi saya tugas profesi harus tetap jalan kan tidak boleh ada intervensi atau intimidasi,” jawab Firman ketika dihubungi wartawan.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *