Penyidik Kejagung Tetapkan BK Tersangka Korupsi PT Pertamina

Jakarta, Kompas Rakyat,

Satu lagi perkara korupsi di PT Pertamina akan segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor) Jakarta. Jenis perkara ini menyebabkan kerugian negara sangat besar.

Tersangkanya berinisial BK. Dia adalah bekas manager MNA Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Tbk. Sedang uang yang dipesangkakan kepadanya atas dugaan korupsi senilai Rp 668 miliar

Menurut Kapuspenkum Kejagung,Drs M Rum SH, Senin (29/1), Penyidik Tindak Pidana  Khusus  Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) menetapkannya sebagai tersangka  berdasarkan Surat Perintah Penetapan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018 tanggal, 23 Januari 2018.

Tersangka diduga telah merugikan negara senilai US$ 31.492.851 dan AU$ 26.808.244 atau setara Rp. 568 miliar lebih  berdasarkan hasil perhitungan akuntan publik. Dan dalam kasus ini pihak penyidik Kejagung telah memeriksa saksi sebanyak 49 orang.

Menurut M Rum tersangka BK  dijerat dengan  Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini terjadi pada tahun 2009 dimana  PT Pertamina (Persero)   melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non Rutin),  berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia, berdasarkan Agreement for Sale and Purchase -BMG Project tanggal 27 Mei 2009 senilai 31,917,228.00 dolar AS

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya Feasibility Study (kajian kelayakan) berupa kajian secara lengkap  atau Final Due Dilligence, dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Akhirnya tindakan sembrono ini  mengakibatkan penggunaan dana 31,492,851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26,808,244 dolar Australia   tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina (Persero) dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak Nasional.

Namun sebaliknya yang ada mengakibatkan kerugian keuangan negara cq PT Pertamina (Persero) sebesar 31,492,851 dolar AS dan  26.808.244 dolar Austrslia atau setara dengan Rp. 568 miiar.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *