KEJAGUNG TANGKAP BURONAN MASALAH PAJAK ALBERTUR IWAN TJAHJADI

Jakarta, Kompas Rakyat,

Program Tabur 31.1 Intelijen Kejaksaan Agung terbukti effektif menangkap buronan berbagai kasus. Seorang terpidana kasus korupsi  pajak, Albertus Irwan Tjahjadi berhasil di ringkus di Bandara Halim Perdana Kusuma Kamis sore (25/1).

Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Dr Jan Maringka SH melalui Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Drs M Rum SH, Jumat  menyebutkan, masalah yang menjerat Albertus tentang pajak.

Hasil pajak yang diraih Albertus tak disetor ke kas negara. Dan akibat perbuatannya itu, Dia lantas divonis 2 tahun  penjara serta denda Rp 32 miliar.

Sejak divonis 2 tahun pada 2013, Albertus jadi buronan dan di cari kejaksaan hingga dapat di tangkap pada sore kemarin.

“Albertus merupakan buronan Kejati Kalimantan Selatan dan Kejari Banjarmasin. Ia dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI dan harus menjalani pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 32 miliar. Putusan tersebut sudah keluar sejak 11 November 2013 lalu. Selama ini Tim jaksa bersama tim Kejari Banjarmasin terus melakukan pencariaan terhadap buronan ini sejak putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1124K/Pid. Sus/2013,” jelas Jan.

M Rum mengatakan buronan Albertus telah dinyatakan bersalah dengan sengaja menyampaikan SPT Tahunan PPH WP Badan dan SPT Masa PPN Tahun 2001 yang isinya tidak benar serta memungut PPN tetapi tidak menyetorkan ke Kas Negara. Lalu Pengadilan menjatuhkan terhadap Albertus dengan pidana penjara.

Kini Albertus Irwan Tjahjadi sudah dibawa ke Kejaksaan Agung dan akan di eksekusi sesusi dengan putusan Mahkamah Agung.

Sebelumnya, pada bulan Desember 2017, Tim Intelijen Kejaksaan menangkap buronan Nasihan SH seorang pengacara yang bersama Jaksa M Syafei yang diduga menyelewenkan dana Pemkot Batam.

Kasus ini tengah disidangkan di Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang. Sebelumnya juga pada November 2017 buronan sejak 2011 terpidana perkara korupsi, ‎Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia dari Johor, Malaysia.

Bagoes merupakan staf ahli Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur yang merupakan terpidana tindak pidana korupsi di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Jaksa Agung Muda Intelejen Kejaksaan, DR Jan Maringka SH  mengungkapkan sejak satu bulan dicanangkan program Tabur 31.1 Tim Intelijen Kejaksaan, telah berhasil mengeksekusi 17 buronan. Mereka adalah para pelaku tindak pidana baik yang berstatus tersangka, terpidana, maupun terdakwa.

Program tabur 31.1 merupakan rekomendasi raker Kejaksaan tahun 2017 agar setiap Kejati segera mengeksekusi hukuman badan para terpidana dari perkara pidana dengan bantuan monitoring centre Kejaksaan minimal satu pada setiap bulannya.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *