AMC KEJAGUNG TANGKAP BURONAN DI APARTEMEN

Jakarta, Kompas Rakyat,

Buronan Kejaksaan, M Nasihan ahirnya berhasil ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Adhyaksa Monitoring Centre) bersama dengan tim jaksa dari Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Rabu (20/12), di sebuah apartemen jalan Senopati, Kemayoran Jakarta Selatan.

M Nasihan adalah kuasa hukum perusahaan asuransi PT Bumi Asih Jaya (BAJ),yang tersangkut kasus pidana korupsi dan pencucian uang dan sempat masuk jadi daftar DPO.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mohammad Rum kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/12) mengatakan M Nasihan merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucin Uang (TPPU) terkait dana asuransi kesehatan dan jaminan hari tua pegawai dan honorer Pemkot Batam, Kepri.

Tersangka M Nasihan yang berprofesi‎ sebagai advokat ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati Kepri Yunan Harjaka Nomor: Print-282/N.10/Fd.1/09/2017 tanggal 14 September 2017

Penangkapan terhadap M Nasihan dilakukan ‎setelah yang bersangkutan buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak Kejati Kepri yang menyidik kasusnya.

“Sebelumnya MN telah dipanggil tim penyidik Kejati Kepri untuk dimintai ‎keterangan sebagai tersangka. Namun tersangka tidak pernah datang memenuhi panggilan hingga kemudian dimasukan sebagai DPO oleh Kejati Kepri,” kata mantan Wakajati DKI Jakarta ini.

Tersangka M Nasihat disangka melanggar pasal 4 dan pasal 8 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu disangka juga melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu Aspidsus Kejati Kepri Ferry Tass mengungkapkan dalam kasus yang sama juga dijadikan tersangka yaitu mantan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Batam MS (M Syafei).

“Untuk tersangka M Syafei kini sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang, Kepri,” tutur mantan Kajari Takalar ini.

Seperti diketahui Kejati Kepri menetapkan tersangka M Nasihan dan M Syafei sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Askes dan THT PNS dan Honorer Pemkot Batam sebesar Rp 55 miliar.

Kasusnya, tutur Ferry Tas, berawal dari kerjasama Pemkot Batam dan PT BAJ terkait jaminan kesehatan dan tunjangan hari tua PNS dan Honorer Pemkot Batam.

Belakangan kerjasama dihentikan dan berbuntut Pemkot Batam menggugat PT BAJ di pengadilan. Namun sambil menunggu putusan inkracht kedua belah pihak sepakat melakukan mediasi.

Dari mediasi disepakati PT BAJ mengembalikan sebagian ke Pemkot Batam sebesar Rp 55 miliar yang disimpan di rekening tabungan bersama kuasa hukum PT BAJ M Nasihan dan M Syafei selaku Jaksa Pengacara Negara dari Kejari Batam.

Namun setelah itu, tutur Fertty Tass, terjadi penarikan dana kurang lebih 31 transaksi penarikan dari rekening bersama oleh tersangka M Nasihan dan M Syafei tanpa ada perintah atau pemberitahuan dari Pemkot Batam.

“Akibat perbuatan dari kedua tersangka menyebabkan kerugian negara bagi Pemkot Batam sebesar Rp 55 miliar,” ujarnya.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *