HASIL AUDIT AKUNTAN PUBLIK, PT MMI MILIK TERDAKWA DALTON RUGI 22 MILIAR RUPIAH

Jakarta, Kompas Rakyat,

Sidang perkara penipuan dan Penggelapan 500.000 dolar AS atas nama terdakwa Dalton Ichiro Tanonaka, Selasa kemarin (12/12), dilanjutkan kembali, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Ibnu Widodo SH, MH tersebut memeriksa saksi Syahril Malik. Saksi ini adalah senior auditor pada Kantor Akuntan, KAP Rama Hendra, yang bersama timnya pernah diperintahkan atasannya bernama Asep Kusmayadi mengaudit perusahaan terdakwa Dalton yakni PT Melia Media Indonesia (PT MMI) dengan jenis audit “Due Diligence.”

“Tim saya mengaudit masalah perizinan, modal usaha dan neraca keuangan PT MMI atas permintaan klien bernana Harjani,” kata saksi Malik.

Namun sayangnya saksi Malik tidak dapat memastikan sejak tanggal berapa timnya melakukan Audit terhadap PT MMI tersebut. Terkadang saksi mengatakan bulan September lalu berubah bilang mengaudit itu pada November 2014.
Karenanya jaksa Sigit Haryanto SH, MH, mengingatkan saksi mengaudit PT MMI sejak 22 Oktober 2014.

Sedang tim saksi ini melakukan audit itu dikatakan saksi, terkait masalah perizinan, tentang neraca keuangan dan kondisi perusahaan sedang sehat atau sebaliknya yang diaudit untuk dilaporkan kepada klien Harjani.

Sebelum timnya melakukan audit itu menurut saksi, dia bersama pimpinannya bernama A Kusmayadi diantar Harjani meminta izin kepada managemen PT MMI untuk mengaudit neraca keuangan perusahaan tersebut atas permintaan klien. Ketika menghadap itu menurut saksi, mereka diterima Sucipto dan Dalton.

Permintaan mengaudit itu diizinkan oleh managemen PT MMI (Dalton). Sehingga tim mengaudit perusahaan terdakwa 10 hari. Dan selama.melaksanakan audit itu, seluruh dokumen PT MMI yang diperlukan diberikan manager akunting/keuangan Sucipto. Setelah itu dibuat draf audit dan kemudian diberikan kepada pemesan (klien) Harjani.

Dari serangkaian mengerjakan audit tersebut menurut saksi, timnya menemukan fakta fakta bahwa modal dasar PT MMI sebesar Rp 1 Miliar dan sedang rugi dan memiliki hutang Rp 22 Miliar lebih.

Menjawab pertanyaan pengacara terdakwa DR Stefanus T, SH, MH, saksi mengatakan permintaan mengaudit terhadap sebuah perusahaan adalah hal biasa. Dan bila ada permintaan seperti demikian dari klien, berarti orang tersebut bermaksud menginvestasikan uangnya pada perusahaan yang diaudit.

Masih menurut saksi Malik, setelah laporan Auditor diberikan kepada klien Harjani, belakangan hasil audit tersebut diberikan juga copynya ke penyidik Polda Metro Jaya untuk bukti perkara.

Terdakwa Dalton Ichiro Tanonaka, dikenal keturunan Jepang, warga negara AS, tengah diadili oleh majelis hakim pimpinan Ibnu Widodo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena didakwa jaksa Sigit Haryanto, melakukan penipuan dan penggelapan uang milik saksi Harjani PR sebanyak 500.000 dolar AS.

Penipuan dan penggelapan ini dilakukan terdakwa Dalton sekitar September 2014, dengan cara bujuk rayu agar saksi Harjani menginvestasikan uangnya sebanyak 1 juta dolar AS pada PT MMI yang bergerak di bidang pertelevisian dengan nama “The Indonesia Channel.”

Saksi Harjani sempat menginvestasikan uangnya 500.000 AS atau setara Rp 6. 650.000.000. Tapi uang tersebut belakangan saksi minta dikembalikan karena PT MMI sedang rugi. Dalton berjanji akan kembalikan uang saksi tapi janji tersebut tidak ditepati hingga Dalton disidangkan secara pidana.

*Dolat Munthe

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *