PENYIDIK KPK TEPATI JANJI GUGURKAN PRAPID JILID-2 SETYA NOVANTO

Jakarta, Kompas Rakyat,

Sebanyak empat bundel berkas perkara korupsi E-KTP atas nama Ketua DPR RI, Setya Novanto dilimpahkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu kemarin (6/12).

Pelimpahan berkas perkara Setya Novanto ini guna menggugurkan praperadilan (Prapid) jilid-2 Setya Novanto yang sedianya disidangkan Kamis (7/12), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Puluhan wartawan menyaksikan pelimpahan berkas itu setelah menunggu sejak pukul 10.00 WIB. Dan terlihat dua petugas KPK menurunkan berkas dari mobil dan langsung dibawa ke lantai 6 ruangan Panitera Muda Tipikor dengan menggunakan troli.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat/Tipikor, DR Jamaludin Samosir SH,MH, membenarkan adanya pengiriman berkas tersebut dari Jaksa KPK, dalam menjawab pers. “Dan berkas itu sekarang sudah berada di ruang pimpinan Pengadilan untuk diperiksa,” katanya.

Berkas itu akan diperiksa di kepaniteraan agar mendapatkan nomor register perkara sekitar dua atau tiga hari. Kemudian setelah 7 hari, dibentuk majelis hakim yang akan menyidangkan perkara.

Pelimpahan berkas Setya yang Ketua DPR ini, diakukan satu hari menjelang sidang Praperadilan ke-2 dibuka kembali di Pengadilan Jakarta Selatan, setelah ditunda satu minggu.

Namun Prapid jilid-2 Setya Novanto terhadap KPK ini digugurkan dengan pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sebagaimana di janjikan KPK sebelumnya.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sebelumnya menyatakan, lembaganya bakal melimpahkan berkas perkara Setya Novanto sebelum sidang praperadilan pada Kamis (7/12).

Pelimpahan berkas itu merupakan strategi timnya agar praperadilan Setya bisa langsung gugur, katanya kepada wartawan di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sejak Setya Novanto ditetapkan
tersangka dalam kasus E-KTP, kuasa hukumnya DR Frederick Yunani SH, LLM dua kali sudah mengajukan Praperadilan. Praperadilan yang pertama Setya Novanto dikabukkan hakim. Lalu mengajukan Praperadilan yang ke-2 setelah Setya Novanto ditetapkan kembali sebagai tersangka. Jadwal sidang Praperadilannya akan digelar Kamis, di Pengadilan Jakarta Selatan.

Dalam menghadapi persidangan kasus ini, Setya Novanto akan dibela sejumlah pengacara yang antara lain DR Frederick Yunani SH, LLM, DR. Otto Hasibuan SH, MH dan sejumlah pengacara lain.

Setya Novanto dijadikan tersangka dalam kasus E-KTP yang diduga merugikan keuangan negara Rp 2,3 Triliun dari anggaran semula Rp 5,9 Triliun.

Sebelumnya, dalam korupsi E-KTP sudah dua orang dijatuhi hukuman yakni, Irman dan Sugiharto, masing masing dihukum 7 tahun penjara Dan dalam kasus ini, konon kabarnya terdakwa Setya Novanto mendapat uang suap sebesar Rp 574 Miliar.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *