DIRUT PT VMS ARIA ODMAN DIADILI PENGADILAN TIPIKOR JAKARTA

Jakarta, Kompas Rakyat,

Perkara korupsi sebesar Rp 35 Miliar atas nama Dirut PT Vries Maritim Shipyard (PT VMS), Aria Odman bin Idris, tengah disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pada persidangan terahir Senin kemarin (4/12), majelis hakim yang diketuai Sahlan Efendi SH, menggelar kembali sidang korupsi pengadaan kapal Pertamina itu memeriksa 4 saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) TM Pakpahan dari Kejaksaan Agung.
Saksi tersebut adalah Waloyo, Adam M, Indra Edy Santoso dan Dadang Cahya.

Terdakwa Aria Odman dimeja hijaukan oleh JPU TM Pakpahan SH dan kawan kawan terkait dakwaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS), kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes, tahun anggaran 2012-2014 oleh PT Pertamina Trans Kontinental ( PT. PTK ) yang merugikan negara sekitar Rp 35 Miliar.

Jaksa mendakwa Aria Odman dipersalahkan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus pengadaan dua kapal tersebut bermasalah karena harga kapal seharusnya lebih murah 14 juta dolar AS disulap terdakwa menjadi lebih mahal Rp 35 Miliar (besar kerugian negara).

Perbuatan korupsi ini terjadi sekitar tahun 2012 yakni saat PT Pertamina Trans Kontinental melakukan pesanan untuk pengadaan dua unit kapal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes melalui perjanjian dengan PT VMS dengan harga 28.400.000 dolar AS atau Rp 254 miliar dengan kurs Rp 9.000 per dolar AS.

Pengadaan kapal itu dilakukan tanpa lelang sebagaimana ketentuan yang berlaku.Tapi ditentukan sendiri, setelah proses negosiasi harga dan penandatangan perjanjian jual-beli kapal.

Belakangan terungkap perusahaan milik terdakwa Ari Odman PT VMS, yang ditunjuk pihak yang mengadakan kapal ,ternyata tidak memenuhi syarat bidang pengalaman, SDM, modal, peralatan, dan lainnya. Bahkan PT VMS tidak memiliki izin usaha, SIUP, TDP dan lainya.

*Dolat Munthe

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *