PEMALSUAN DOKUMEN DAN PENCURIAN TERDAKWA BONG RUSAK IKLIM USAHA & INVESTASI

Jakarta, Kompas Rakyat,

Perkara pemalsuan dan pencurian dokumen pengalaman kerja PT Teralindo Lestari atas nama terdakwa Bong Parnoto dinilai dapat merusak iklim usaha dan investasi yang tengah susah payah diciptakan pemerintah.

Penilaian itu disampaikan Ketua Forum Advokat Untuk Keadilan dan Demokrasi (Fatkadem) Erman Umar, ketika menjawab wartawan, di Jakarta, baru ini. Menurutnya, hal itu jika lembaga penegak hukum tidak serius menuntaskan kasus tersebut maka menjadi preseden buruk bagi kalangan pengusaha Indonesia.

“Di penyidikan, penuntutan dan persidangan terdakwa tidak ditahan. Padahal ancaman hukuman enam tahun. Ada apa ini?,” tanya pengacara senior Erman.

 

Erman memahami dalam KUHAP, tersangka yang terancam pidana enam tahun dapat ditahan, tapi landasan subyektif hendaknya menperhatikan rasa keadilan masyarakat. Sehingga, tidak membuat rasa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum makin melorot.

“Yang pasti, cara-cara semacam itu akan menimbulkan ketidakpastian berusaha dan investasi. Lalu buat apa pemerintah berteriak-teriak membangun dunia usaha dan investasi yang sehat bila tidak dibarengi penegakan hukum yang berkeadilan,” papar Erman yang juga Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Terlebih, tegas Erman, dengan pencurian yang dilakukan oleh Bong adalah tindakan penipuan dalam dunia usaha yang sangat tercela. Menurutnya, hal itu yang menjadi faktor merusak iklim usaha di Indonesia.

“Bagaimana bisa mempercayai seorang pengusaha dengan gaya berbisnis dengan cara-cara tidak elok dan menipu seperti itu,” tukasnya.

Erman lantas meminta perhatian kepada Komisi Yudisial (KY). KY harus turut mengawasi jalannya persidangan di PN Tangerang Kota, yang mulai digelar, sejak 23 Oktober lalu, agar persidangan berjalan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

“Kita tidak menyoal majelis hakim yang ikutan tidak menahan terdakwa, namun hendaknya persidangan harus ditegakan secara fair,” tegasnya.

Diketahui, penetapan Bong sebagai tersangka bersamaan dengan terbitnya surat SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) No: B/226/XI/2016/Dit. Tipidum, 16 November 2016 dan masih berlanjut dalam persidangan pekan depan. Dimana, sidang pada awal November 2017 itu akan mendengarkan nota eksepsi dari trrdakwa Bong Parnoto.

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *