SETYA NOVANTO WAJIB BERSAKSI BAIK DATANGI PENGADILAN ATAU TELEKONFERENCE

Jakarta, Kompas Rakyat,

Kesaksian Setya Novanto, bisa saja didengarkan melalui teleconference, jika yang bersangkutan masih sakit atau berkeberatan untuk memberi keterangan di persidangan dengan alasan kenyamanan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor), terkait perkara korupsi e-KTP atas nama terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Hal ini dikemukakan praktisi hukum DR Gelora Tarigan SH, MH, ketika diminta komentarnya, terkait tidak.hadirnya Ketua DPR RI Setya Novanto, untuk memberi kesaksian dalam perkara korupsi Andi Narogong, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin kemarin (9/10),

Kesaksian Setya Novanto bisa saja dilakukan atau didengar dengan teleconference sebab dengan cara itu pun sama saja nilainya dengan bersaksi langsung di ruangan.sidang pengadilan. Tapi harus disumpah dulu karena pada saat dia diperiksa di KPK belum disumpah.

Sumpah tersebut menurut Gelora, penting karena sewaktu bersaksi tersebut dia akan ditanya oleh hakim, jaksa dan pengacara. Apabila dia tidak mengatakan yang sebenarnya maka dia dapat ditindak secara hukum.

Menjawab pertanyaan wartawan, Gelora menegaskan bahwa, bisa tidaknya alasan sakit dijadikan tidak hadir memenuhi panggilan jaksa, bisa saja. Tapi itu harus dilihat dari berat ringannya sakit yang bersangkutan. “Kalau masih memungkinkan untuk hadir beliau harus hadir. Kecuali kalau memang sakit berat. Itu tidak bisa kita paksakan karena menyangkut Hak Azasi atas posisinya sebagai saksi,” tandas Gelora.

Gelora juga mempertanyakan sudah berapa kali Setya Novanto. Tercatat sudah dua kali.

Apabila memang saksi dipanggil jaksa untuk menghadiri persidangan maka seharusnya memang pak Setya Novanto memnuhi kewajibannya untuk bersaksi.Kecuali saksi itu dalam keadaan sakit atau istirahat sehabis dirawat tidak bisa hadir.

Kesaksian dalam.sebuah perkara menurut Gelora Tarigan, penting supaya persoalan/perkara itu menjadi jelas. Sebab apa bila tidak hadir kan mempersulit pemeriksaan.

Masih menurut Gelora, jika waktu pemeriksan di penyidik belum disumpah maka saksi tidak.boleh tidak hadir, sebab pemeriksaan sekarang ini tahap “Proses tahap pertama sudah selesai ketika penyidikan KPK. Proses tahap berikutnya yaitu di Pengadilan. Karena waktu itu dia tidak disumpah maka wajib dia hadir.”

Wajib hadir, tambah Gelora Tarigan, untuk didengar keterangannya,tentang apa yang dia lihat, alami dan dengar sendiri tentang perkara Andi Narogong tersebut.

Seperti diberitakan, terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong, tengah diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta, karena diduga melakukan korupsi dalam kasus e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 Triliun.

Dari kasus ini jaksa KPK menyebut Setya Novanto menerima Rp 578 Miliar. Status Novanto, jadi saksi dalam.perkara Andi Narogong.

Setya Novanto juga berstatus sebagai terdakwa dimana perkaranya sedang dalam pemberkasan yang kedua.

*Dolat Munthe

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *