KASUS PENCEMARAN AIR DANAU TOBA DI BAWA KE RANAH HUKUM

Jakarta, Kompas Rakyat,

Pencemaran air Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara (Sumut), akibat keramba jaring apung secara besar besaran oleh PT Aquafarm Nusantara, PT Suri Tani Pemuka minta dihentikan oleh Yayasan Pencinta Danau Toba.

Yayasan ini tengah mengajukan gugatan peradata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan meminta ganti rugi sebesar Rp 905.667.000.000.000.

Sidang pertama perkara ini sudah dibuka oleh ketua majelis hakim, Budi S SH, MH, Selasa kemarin (10/10), tapi karena sejumlah Tergugat belum hadir dalam sidang maka sidang ditunda dan sidang selanjutnya akan dibuka lagi satu bulan mendatang.

Gugatan Yayasan Pencinta Danau Toba tersebut diajukan ke.pengadilan melalui tim kuasa hukum yang menamakan diri Tim Litigasi Yayasan Pecinta Danau Toba yang terdiri dari pengacara Robert Paruhum Siahaan SH, Deka Saputra Saragih, SH, MH, FX Denny Satria Aliandu SH, Antonius Triyogo Whisnu G SH, Ignatius Yoga Adinugroho, SH, M.kn.

Sedangkan Gugatan Penggugat ditujukan kepada Tergugat I, PT Aquafarm Nusantara, Tergugat II, PT Suri Tani Pemuka. TERGUGAT III, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tergugat IV, Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Tergugat V, Bupati Kabupaten Simalungun, Tergugat VI, Bupati Kabupaten Samosir, Tergugat VII, Bupati Kabupaten Toba Samosir.

Landasan gugatan Penggugat ini menyatakan, Tergugat I sampai Tergugat VII melanggar Pasal 69 ayat (1) huruf a UU RI No.32 Tahun 2009 dengan tuntutan pemulihan fungsi air Danau Toba yakni senilai Rp 905. 667.000.000.000.

Menurut kuasa Penggugat, sekitar Agustus 2016, Presiden Joko Widodo pernah memimpin rapat terbatas bersama menteri menteri si sela sela Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Simalungun. Beberapa poin penting yang dihasilkan dari rapat tersebut adalah menyatakan bahwa Danau Toba merupakan bagian dari 10 kawasan strategis pariwisata nasional yang diprioritaskan untuk dikembangkan oleh Kementrian Pariwisata dan merencanakan kegiatan terkait kelestarian Danau Toba, pembersihan lingkungan Danau Toba akan dievaluasi terkait keramba keramba (keramba jaring apung).

Dua perusahaan besar hingga saat ini masih melakukan kegiatan usaha perikanan dengan cara keramba jaring apung (KJA) di perairan Danau Toba adalah perusahaan Tergugat I dan Tergugat II.

Kedua perusahaan Tergugat tersebut dalam usaha perikanannya membutuhkan pakan. Terkait pakan ini, Gubernur Sumut Tengku Erry Nurhadi semasa masih PLT Gubernur Sumut dengan mengutip informasi lewat paparan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kurang lebih 250 ton pakan (pelet) yang dimasukkan ke Danau Toba setiap hari. Hampir 20 % dari jumlah pakan tersebut tidak dimakan ikan dan mengendap ke dasar danau. Akibatnya kualitas air Danau Toba menjadi tercemar.

Yayasan Penggugat melalui PT Sucofindo (Persero), telah melakukan pengambilan data, pengolahan dan analisis terhadap kualitas air Danau Toba, pada 10 November 2016 di sebelas titik di kawasan danau tersebut. Hasil analisis tersebut menyatakan bahwa air Danau Toba saat ini sudah tercemar dan bukan lagi air dengan kualitas air kelas I (satu) sebagai mana dimaksud Pasal 5 Peraturan Gubernur Ni.1 tahun 2009.

Fakta pencemaran air Danau Toba dapat pula dijadikan bukti, adalah Surat Keputusan Gubernur Sumut No.188.44/209/KPTS/2017 tentang Status Trofik Danau Toba yang didalam salah satu pertimbangannya menyatakan, Adanya penurunan kualitas air Danau Toba yang terus terjadi dari tahun ke tahun yang ditunjukkan oleh perubahan status mutu air dari baik pada tahun 1996 menjadi ‘cemar berat’ pada tahun 2016.

Akibat pencemaran air Danau Toba yang dilakukan perusahaan Tergugat I dan Tergugat II, tentunya menghalangi pelaksanaan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata kelas dunia, tandas kuasa Penggugat.

Dampak lainnya mengakibatkan sejumlah desa di pinggir danau tersebut kesulitan menemukan air minum bersih hingga warga harus mencari air minum bersih hingga 3 Km dari Danau Toba. Oleh karenanya Penggugat meminta Tergugat I dan II menutup usahanya.

*Dolat Munthe

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *