DUA PENYUAP HAKIM MK DIHUKUM BERAT PENGADILAN TIPIKOR

Jakarta, Kompas Rakyat

Dua pelaku penyuapan terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar, dijatuhi hukuman berat di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (28/8). Terdakwa utama Basuki Hariman dihukum tujuh tahun penjara potong masa tahanan sementara, denda Rp 400 juta subsidair 3 bulan kurungan. Sedang terdakwa kedua kasus suap ini, Ng Fenny (sekretaris terdakwa satu), dihukum juga pada hari yang sama, lima tahun penjara potong tahanan sementara dengan denda Rp 200 juta subsidair dua bulan kurungan.

Ketua majelis hakim Nawawi Pamolango dalam pertimbangan hukumnya menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan penyuapan kepada Patrialis Akbar oleh karenanya menjatuhkan putusan pidana penjara kepada pengusaha dan sekretaris tersebut. “Terdakwa (Basuki) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan,” kata Nawawi.

Nawawi mengatakan hal-hal yang memberatkan Basuki adalah berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Selain itu, Basuki berperan aktif mendekati Patrialis yang menjadi hakim perkara uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan, yang diajukan asosiasi peternak. Disebut pula bahwa Basuki sempat mengaku mencari-cari informasi kapan uji materi itu diputus. Kepentingan terdakwa mendapat informasi tersebut adalah mencari tahu jadwal putusan agar dapat menentukan strategi bisnis ke depan.

Baauki pun menyambut baik saat dikenalkan dengan Patrialis oleh Kamaludin. Harapannya, agar dapat memperoleh informasi yang valid mengenai uji materi di Mahkamah Konstitusi. Putusan terhadap Basuki tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, tim jaksa penuntut KPK meminta majelis hakim menghukum Basuki selama 11 tahun. Menurut mejelis hakim Tipikor dalam putusan tersebut, Basuki terbukti menyuap Patrialis dengan duit 50 ribu dolar AS agar mengabulkan uji materi undang-undang. “Telah terbukti secara sah dan meyakinkan terdakwa melakukan tindak pidana seperti diatur dalam dakwaan alternatif pertama,” tandas hakim ketua Nawawi.

Sedangkan majelis hakim mengesampingkan duit Rp 2 miliar yang sempat ditukarkan menjadi 200 ribu dolar Singapura. Duit itu dijanjikan akan diberikan ke Patrialis. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana penjara kepada Sekretaris Basuki, Ng Fenny, dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 subsider dua bulan kurungan. Namun dalam tuntutan jaksa meminta Fenny dihukum 10 tahun 6 bulan penjara. Basuki Hariman dan Fenny menyatakan mempertimbangkan hasil vonis majelis hakim. “Kami menyatakan pikir-pikir yang mulia,” kata Fenny setelah berdiskusi dengan tim penasihat hukum. Sedang perkara Patrialis Akbar yang disidangkan sendiri dalam.waktu dekat akan diputus juga oleh majelis hakim yang sama di Pengadilan Tipikor. Patrialis sudah dituntut paksa KPK, 12 Tahun enam bulan penjara.

*Dolat munthe

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *