Tahun 2021, Kota Sukabumi Jadi Kota Literasi

SUKABUMI-Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menargetkan Kota Sukabumi menjadi kota literasi pada tahun 2021 mendatang. Berbagai upaya dilakukan oleh agar target tersebut tercapai. “Jambore Literasi salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Sukabumi sebagai kota literasi,” kata Fahmi usai membuka acara Gebyar Jambore Literasi ke-4, di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Rabu (20/11).

Fahmi mengatakan, acara tersebut dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini merupakan Jambore Literasi ke-4.” Jambore Literasi ini merupakan inovasi dibidang pendidikan yang telah diamanatkan oleh Pak Presiden,” ujar Fahmi

]

Dalam inovasi pendidikan, kata dia, Pemkot akan menyosialisasikan enam jenis literasi, antara lain, Literasi Budaya dan Literasi Bahasa. Sehingga, anak- anak akan terbiasa membaca. “Bukan membaca biasa, tapi membaca yang luar biasa,” kata dia.

Sasaran dari inovasi tersebut kata Fahmi, semua kalangan masyarakat terutama pelajar, mulai jenjang SD, SMP sampai SMA mengikuti program tersebut. “Anggarannya pun tahun depan akan ditingkatkan. Inovasi pendidikan akan kita perkuat dengan literasi,” tandasnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Sukabumi, Nickeu Rahayu, menambahkan, Jambore Literasi ini merupakan komitmen instansi yang dipimpinnya untuk meningkatkan Budaya Literasi di Kota Sukabumi.” Jambore Literasi ke 4 ini tempat bertemunya para calon literer yang akan kami pacu untuk selalu berliterasi,” imbuhnya.

Menurut Nicke, tingat literasi di Kota Sukabumi terus meningkat. Buktinya dapat terlihat dari peningkatan kunjungan ke perpustakaan daerah. ” Pada tahun 2014, kunjungannya ke perpustakaan hanya 52 orang per hari. Terus meningkat, dan saat ini mencapai 350 orang per hari,” pungkasnya.Lelly

2
Pembayaran Pajak Harus Transparan

SUKABUMI-Komitmen bersama antara pemerintah daerah dan wajib pungut pajak dibutuhkan untuk transparan dalam pembayaran pajak. Langkah ini untuk mencegahnya adanya peluang korupsi. Hal itu dikatakan Ketua Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Jawa Barat, Tri Budi Rochmanto pada acara Sosialisasi Penyeleggaraan Pajak Daerah Kota Sukabumi di salah satu hotel Jalan Bhayangkara Kota Suakbumi, kemarin (20/11).

Dikatakan, salah satu untuk mencegah manipulasi dan korupsi pajak dengan pemasangan alat rekam transaksi (tapping box) di semua tempat usaha wajib pungut (wapu). “Dengan tapping box, apa yang ditransaksikan, itulah yang dilaporkan ke instansi pemungut pajak, sehingga dananya masuk utuh untuk Pendapatan Asli daerah (PAD),” ujar Tri.
Dikatakan, pemerintah daerah harus menyiapkan alat rekam transaksi itu. Selain itu, juga mendata kembali wapu yang akan dipasangi alat tersebut. Sepengatahuannya, baru sebanyak 10 wapu yang terpasang tapping box. Sementara jumlah wapu yang harus terpasang alat tersebut sebanyak 250 unit usaha. “Para wapu atau pengusaha harus diingatkan agar membayarkan pajak sesuai dengan kenyataan, kalau tidak, itu bagian dari korupsi,” kata Tri.

Selain mencegah korupsi, dipasangnya alat rekam transaksi juga akan meningkatkan perolehan pajak. Sebab, uang pajak dibayarkan berdasarkan transaksi yang tercatat dalam alat tersebut. “Saat ini, PAD Kota Sukabumi mencapai Rp360 miliar, Rp300 miliar dari RSUD R. Syamsudin. Taruhlah setengah dari yang Rp60 miliar berasal dari lima jenis pajak. Maka di tempat usaha lima sektor itu harus ada alat rekam transaksi,” katanya.
Tri menyarankan agar usaha di lima sektor penghasil pajak itu terpasang tappping box. Pengadaannya bisa dibantu melalui CSR BJB. “Memungkinkan, jadi tidak menggunakan APBD Kota Sukabumi,” kata dia.

Sementara Kabid Pendataan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi, Rahman Gania menjelaskan, kehadiran narasumber dari KPK pada sosialisasi tersebut untuk meningkatkan pendapatan pajak dari 5 sektor tersebut, yakni, pajak parkir, restoran, hotel, hiburan, dan reklame. “Kami telah menerapkan inovasi yakni pemasangan alat rekam pembayaran berupa tapping box yang merupakan alat untuk memantau transaksi dari suatu tempat usaha secara online. Lokasinya di tiga sumber pajak utama yakni hotel, restoran, dan parkir,” kata Rahman.

Rahman mengatakan, BPKD akan terus menambah tapping box sebagai upaya meningkatkan potensi dari pajak daerah. Pengadaannya sesai dengan yang dianjurkan oleh narasumber dari KPK.

Kedatangan tim dari KPK, lanjut dia, juga untuk memberikan gambaran seputar potensi korupsi pada pajak. Potensi kebocoran pajak, bisa terjadi bila kedua belah pihak antara wapu dan pengelola pajak tidak jujur.“Jangan sampai wajib pajak melakukan pengecilan pelaporan sehingga pajak yang dibayarkan menjadi kecil. KPK memberikan pemahaman bahwa tindakan korupsi bisa terjadi dari sisi wajib pajak,” kata dia.Lelly

3

Kota Sukabumi Punya Bus Ajak Kami

SUKABUMI-kompas rakyat . com Kehadiran bus wisata dalam kota akan menambah semaraknya dunia wisata di Kota Sukabumi. Bus yang diberi nama Ajak Kami ( Ayo Jalan-jalan Ka Kota Sukabumi) itu siap untuk mengangkut wisatawan yang ingin berkeliling kota.

Warnanya yang merah muda dengan desain unik, bus ini sangat cocok untuk swafoto. Bus ini juga dipastikan menarik minat masyarakat untuk menikmati kesejukan Kota Sukabumi dengan mengendarai bus terbuka.

Sesuai dengan namanya, bus Ajak Kami ini akan beroperasi sebagai kendaraan wisata sekaligus mengenalkan lokasi bersejarah di Kota Sukabumi.” Bus ini akan dioptimalkan dalam mengenalkan wisata sejarah di Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, usai mencoba bus tersebut bersama Ketua Organda Kota Sukabumi, Ferdiansyah di halaman Balai Kota Sukabumi, Selasa (19/11).

Bus wisata perkotaan ini kata Fahmi merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kota SUkabumi. Penyerahan, oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di Gedung Sate Bandung, belum lama ini.” Sesuai amanat gubernur, bus wisata dalam kota ini di kelola oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda),” jelas dia.

Mengenai rute dan tiket, lanjut Fahmi, akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal), setelah dirundingkan dengan Organda. Dalam perwal juga akan diatur saat acara khusus dalam rangka mengenalkan lokasi wisata sejarah dengan menggunakan bus wisata ini.” Rencananya, Desember 2019 akan dilaunching untuk umum,” ungkap dia.

Ketua Organda Kota Sukabumi, Ferdiansyah mengatakan, pengelolaan bus dilakukan secara profesional untuk memperkenalkan Kota Sukabumi kepada wisatawan. Targetnya Kota Sukabumi bisa makin dikenal oleh pengunjung dari daerah lain hingga mancanegara.” Bus wisata ini sebagai salah satu inovasi untuk membuat aman, nyaman, enak dan senang para penumpangnya,” pungkasnya.

Dia yakin, fasilitas ini diminati masyarakat. Sebab, Kota Sukabumi memiliki sejumlah tempat wisata dan tempat bersejarah. “Ini salah satu inovasi dan membuat kota lebih dikenal dengan adanya layanan ini,” ujar Ferdiansyah.

Untuk memberikan pelayanan dengan maksimal, Organda juga akan kerjasama dengan SKPD dan elemen masyarakat. “Intinya, kami ingin membuat aman nyaman dan senang,” jelasnya.Lelly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *