Pesantren Sebagai Laboratorium Perdamaian


SUKABUMI-Upacara Hari Santri Nasional tingkat Kota Sukabumi berlangsung khidmat. Ribuan santri dari sejumlah pondok pesantren hadir di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Selasa (22/10).
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang bertindak sebagai pembina upacara. Hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo, tokoh ulama dan organisasi Islam.
Wali Kota mengatakan, sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. “Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud,” katanya.

Fahmi mengatakan, semangat ajaran Islam yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia. Setidaknya ada sejumlah alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Antara lain, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Perlawanan kultural di masa penjajahan, perebutan kemerdekaan, pembentukan dasar negara, tercetusnya Resolusi jihad 1945, hingga melawan pemberontakan PKI misalnya, tidak lepas dari peran kalangan pesantren. “Kemudian, metode mengaji dan mengkaji. Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transferilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab,” ujarnya.
Kegembiraan pada hari santri tahun ini kata Fahmi, hadirnya Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan aturan ini maka pesantren tidak hanya mengembabgkan fungsi pendidikan, melainkan fungsi dakwah dan pengabdian kepada masyarakat. “Selain itu tamatan pesantren memiliki hak yang sama dengan lembaga lainnya,” pungkasnya.Lelly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *