DR GELORA TARIGAN DESAK PN BITUNG BUAT SOMASI DAN PENETAPAN EKSEKUSI TERHADAP PERTAMINA

Jakarta, Kompas Rakyat,

Mewakili dua bersaudara pencari keadilan, pengacara DR Gelora Tarigan, SH, MH, mendesak Ketua Pengadilan Negeri Bitung, Sulawesi Utara, supaya melaksanakan eksekusi putusan No. 45 PK.

Perkara PK (Penijauan Kembali), dimaksud di atas terkait perkara Wanua Alexander Pontoh dan Joutje Martinus Pontoh yang menggugat  PT Pertamina di Pengadilan Negeri Bitung, Sulawesi Utara.

Perkara menyangkut gugatan Wanua dan Joutje terhadap Pertamina tersebut telah imkragh (berkekuatan tetap).

Tegasnya, putusan Pengadilan Negeri Bintung  No.61/Pdt.G./2006/PN Btg Tgl.26 Juni 2007  jo Putusan Pengadilan Tinggi  Manado No.139/PDT/2007/PT.Mdo Tgl.6 November 2007 jo Putusan Kasasi  No.237 K/PDT/2008 Tgl.10 Juni 2008 Jo Putusan PK No.45PK/PDT/2011 Tanggal 10 November  2011.

Namun sejauh ini Pengadilan Negeri Bitung, belum melayangkan somasi kepada PT Pertamina. Karenanya advokat senior Gelora Tarigan mendesak pengadilan supaya mensomasi Pertamina sekaligus untuk melaksanakan eksekusi putusan PK dimaksud.

“Sudah selayaknya Putusan yang sudah memiliki kepastian hukum itu dilaksanakan oleh PT Pertamina secara sukarela dalam rangka mentaati hukum, apalagi kuasa hukum telah mengajukan Permohonan Eksekusi  atas putusan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri Bitung pada 5 Januari 2018.  Tepatnya sudah hampir 7 bulan yang lalu kami ajukan permohonan eksekusinya,” kata Gelora Tarifgan kepada wartawan, melalui hubungan seluer, Selasa, (24/7).

Sampai dengan berita ini diturunkan, pihak Pengadilan Negeri Bitung belum menerbitkan penetapan dan tegoran (somasi) kepada pihak Termohon Eksekusi, yaitu  PT Pertamina.

“Lemotnya pihak PN Bitung melakukan Penetapan dan Teguran kepada pihak Pertamina, menjadi suatu keanehan dan ini sangat merugikan si Pencari keadilan” sambung Gelora Tarigan.

Menanggapi keterlambatan yang dirasa sudah cukup lama itu, Humas dan Kabiro Hukum Mahkamah Agung, Abdullah berjanji akan mendalami persoalan ini.

“Mudah mudahan dalam waktu relatif singkat ini, saya akan coba telusuri kasus ini, sekaligus nanti akan berkomunikasi dengan pihak Pengadilan Negeri Bitung ya.” kata Abdullah, ketika menjawab konfirmasi di Jakarta.

Sementara Dirut Pertamina yang saat ini masih dijabat oleh Plt (Pelaksana Tugas) Nicky Widyawati masih belum bisa dihubungi untuk dimintai pendapatnya.

*Dolat Munthe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *